
SALATIGA – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, mengajak seluruh satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama untuk sigap menjawab tantangan perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang dibacakan oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, pada upacara HAB yang digelar Sabtu (3/1).
Dalam sambutannya, Menag menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi umat manusia, yakni perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berperan aktif dengan memiliki kedaulatan AI. ASN diharapkan mampu mengisi dan mengarahkan AI dengan nilai-nilai keagamaan yang sahih, moderat, menyejukkan, serta memberi pencerahan.
Selain itu, Prof. Nasaruddin menekankan pentingnya peran ASN dalam mengawal pemanfaatan AI agar menjadi sarana pemersatu dan penguat kerukunan, bukan justru menimbulkan disinformasi dan perpecahan. Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap ASN dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang lincah, adaptif terhadap perubahan, terbuka pada teknologi dan inovasi, serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas.
Menag juga menegaskan peran strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama dan keagamaan, menjaga kerukunan antarumat beragama, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menyatukan tekad demi membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Dengan landasan yang kuat, semangat pengabdian yang berdampak, dan penguasaan teknologi yang beretika, Menag optimistis Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.
Pada rangkaian acara tersebut juga dilakukan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada lima dosen dan satu tenaga kependidikan UIN Salatiga, serta penghargaan pengabdian bagi satu Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Upacara kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi nonakademik pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) dan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) 2025.